Sweet Memory at Pabelan Boarding School Magelang Jawa Tengah

Me and My College

Setelah lulus SD Tahun 1993, aku minta pada orang tuaku untuk bersekolah di asrama. Lalu mereka mendaftarkan aku di sebuah pesantren yang terletak di desa Pabelan, sebuah desa yang berada jauh dari karamaian kota Magelang. Letaknya 1 km dari jalan raya, untuk sampai ke lokasi hanya ada transportasi andong, ada juga yang lebih suka berjalan kaki sambil melihat-lihat pemandangan di sepajang jalan menuju pondok. Ada kebun salak, kol, pohon-pohon yang menjulang tinggi dan tampak juga gunung merapi.
pertama kali menginjakkan kaki disana waktu pendaftaran,aku sempet ngeri …wah pondoknya ada kuburannya, kalo malem pasti menakutkan…waktu pendaftaran tidak memakan waktu lama, karena cuma mengisi blangko dan diberi tahu barang apa saja yang harus dan tidak boleh dibawa ke pondok. setelah itu selesai, aku dan keluargaku melihat-lihat kondisi asramanya, kamar mandinya dan tempat sekolahnya…setelah dirasa cukup kami pun pulang dan mempersiapkan semua keperluan untuk hidup disini nantinya.
dan hari itu pun tiba…aku harus berangkat ke pondok tanggal 12 Juli 1993. semua barang sudah dipersiapkan, tetanggaku pun pada berdatangan untuk mendoakan dan pamitan sama aku. pagi itu pukul 07.00 wib aku berangkat sama kedua orang tuaku dan temanku yang juga akan mondok disana naik mobil sewa. perjalanan terasa jauh…butuh waktu 4-5 jam dari kudus sampai ke magelang. satu persatu kota-kota itu terlewati dan akhirnya sampailah di magelang dan menuju sebuah desa kecil yaitu pabelan. sesampai disana aku langsung diantar para pengurus anak baru ke kamar yang isinya anak baru semua.
Kesan pertama memasuki asrama rasanya menegangkan,…. karena tidak kenal dengan semua orang di sana.Di asrama putri terdapat 7 kamar, satu kamar ustazah, empat kamar di depan ( Kalpataru A-D ) untuk anak lama (yang sudah duduk di kelas II – VI) dan dua kamar di belakang (Nusa Indah dan Bougenvile ) diperuntukkan bagi anak baru ( kelas I dan Tahasus ).
di kamar itu awalnya kami yang tidak saling kenal mulai berkenalan satu per satu, waktu itu ada yang namanya wahyu, jatu, rina, nurul, dila, eny, dwi,…aku jarang ngobrol sama mereka apalagi blm kenal aku takuuuut, tapi mba’ dilla selalu menyapaku dan mengajakku bicara.tapi tetap saja aku masih malu-malu n takut waktu itu.
Tidak lama kemudian aku dan teman-teman anak baru di pindah ke kamar Bougenvile bagi kami yang duduk di kelas I, dan kamar Nusa Indah untuk kelas Tahasus. Kamar yang aku tempati cukup luas, tapi berhubung pada waktu itu jumlah anak baru angkatanku cukup banyak yaitu sekitar 40 orang jadi kamarnya pun terasa sempit, ditambah lagi ada dua orang kakak kelas yang menjadi pendamping kamar, mereka bertugas untuk menjaga semua anak yang berada di kamar tersebut. Semua barang-barang bawaan kami pun dimasukkan dalam kamar, almari ditata berjajar di tepi mengelilingi kamar, kasur kami pun ditumpuk jadi satu. Di tengah dibiarkan kosong, untuk tempat kami salat, belajar, kumpul dengan teman-teman dan malam harinya digunakan untuk menjajar kasur-kasur kami jika kami akan tidur. Tiap satu kamar dipimpin oleh seorang ketua kamar, wakil dan qismu lughah yang bertugas membacakan kosakata/mufrodat setiap selesai salat Isya’ dan pada hari ahad pagi.
sebagi calon santri baru dan murid baru disana, kami harus mengikuti penataran yang waktu itu dilaksanakan di gedung perpustakaan. selain materi penataran kami juga diajari bernyanyi lagu-lagu pondok….tiap hari selama 5 hari kami mengikuti penataran. setelah selesai baru bisa dianggap santri atau siswa di sana.
Kegiatanku di asrama, mulai dari bangun tidur pukul 04.30 wib kami semua diwajibkan berjama’ah salat subuh di masjid. Jika terlambat berjamaah dua rakaat, akan kena hukuman ( Iqab ). Selesai salat subuh kami harus mengaji sebentar dan kemudian bersiap untuk oleh raga, senam atau gerak jalan keluar komplek. Itulah kesempatan kami untuk melihat-lihat suasana luar. Karena kami tidak diperbolehkan keluar komplek tanpa ijin ketua OPP atau bagian keamanan.Asrama putri dibentuk organisasi yang terdiri dari ketua OPP (Organisasi Pesantern Putri), wakil, bendahara, sekretaris, bagian pengajaran, bagian keamanan, bagian kesehatan, bagian penerima tamu,bagian olah raga, bagian kesenian dan petugas kantin. Setiap pengurus menjalankan sesuai bagiannya masing-masing. Bagi yang piket hari itu, tidak diwajibkan untuk ikut beroleh raga atau mufrodatan, karena mereka harus membersihkan kamar, menyapu, mengepel, membersihkan debu-debu yang menempel dan mendekorasi kasur-kasur kami supaya tampak lebih rapi dan indah. Semua kamar berlomba-lomba membersihkan kamar dan mendekorasi kasur sebagus mungkin, karena itu akan dinilai oleh bagian kesehatan dan hasilnya akan diumumkan setelah kelas meeting selesai ujian nanti.
Setelah berolah raga, biasanya ada pengumuman baju atau barang-barang yang hilang ( Qolodan ), biasanya baju atau barang-barang kami yang tertinggal di kamar mandi atau berserakan dimanapun, akan diambil oleh bagian kesehatan dan dikumpulkan, lalu setelah beroleh raga akan diumumkan dan bagi pemiliknya akan dikenakan denda jika ingin mengambilnya.
Semuanya pun selesai, aku dan teman-temanku bersiap untuk mandi dan berangkat ke sekolah, karena kamar mandi yang tersedia tidak banyak, maka kami harus antri dan mendaftar dulu. kadang kalo musim kemarau, air pam habis dan kami pun harus menimba air dari sumur penduduk, waktu itu aku sama temen2ku ngambil air dari sumurnya mba’ atun. Lalu aku dan teman-temanku sarapan bersama di teras kamar masing-masing. Mengambil sarapannya pun harus antri dan berbaris panjang, menu sarapan pagi selalu sama, tetap dengan lauk tahu, jarang sekali ada menu lain. Kalaupun ada nasi goreng itupun jarang sekali, dan harus balapan jika ingin makan nasi goreng karena kalau tidak cepet nanti didahului yang lain dan tidak jadi kebagian. Kadang, jika aku bosan makan tahu, aku beli sambal saja sama krupuk. Selesai sarapan, aku dan teman-temanku berangkat ke sekolah. Letaknya tidak jauh, karena ada di sekitar komplek, kami belajar ilmu agama dan pengetahuan umum.
Di sekolah aku duduk di kelas Ia1, teman-temanku yang lain ada yang duduk di kelas Ia2 dan Ia3. Wali kelasku waktu itu Ustazah Emilia Rahman, orangnya cantik, hidungnya mancung seperti orang Arab, dia baik dan aku cukup dekat dengannya. Dia mengajar Bahasa Arab dan Inggris di kelasku. Setiap memasuki kelas kita harus conversation terlebih dulu. Ustazahku yang lain seperti Ustazah Umiroh yang mengajar Mahfudlot, Ustazah Duprida yang mengajar Hadis, dan masih banyak ustazah” yang lain. Selain ustazah yang ada di komplek asrama, juga ada guru” yang datang dari luar asrama, biasanya mereka pelajaran yang sesuai dengan bidang mereka seperti Biologi, PpKn, Matematika dsb.
sweaktu kelas I kami masih anteng2 aja, belum ada yang berani pecicilan, tapi di kelas II teman-temanku sudah mulai beraksi he…pernah ada seorang guru yang mengajar nahwu shorof, beliau dikerjain teman-temenku, pas ada jadwal pelajaran nahwu shorof kita semua kompakan untuk tidak berada di kelas, kita ngumpet di kamar tapi akhirnya ketauan juga…pernah juga kita pada sembunyi dalam kelas dan pintunya ditutup dari dalam, lalu gurunya mendorong pintunya sekuat tenaga… he…maaf ya pak…
Sepulang sekolah menjelang waktu salat Zuhur, kami semua harus berjamaah di masjid. Setelah salat, aku dan teman-temanku makan siang, kalau makan siang menunya sering berubah-ubah, kadang sayur sup dan telur, sayur asem, tumis taoge dsb, pokoknya untuk menu makan siang dan makan malamnya lebih berfariasi.
Selesai makan siang ada yang melanjutkan sekolahnya lagi dan ada juga yang tidak. Bagi yang tidak sekolah lagi, biasanya kami tidur siang sampai 14.30 wib, lalu mandi dan jama’ah salat Asar. Selesai salat, bagi yang piket mereka harus membersihkan kamar dan halaman kamar masing-masing. Bagi yang tidak, biasanya kami mendengarkan radio sama-sama. Atau nongkrong di teras kamar sambil melihat kolam kunci di depan kamar yang banyak ikannya.Juga bisa nonton anak-anak cowok main sepak bola di asrama seberang sana. Waktu menunjukkan jam 17.00 wib, kami semua harus ke masjid untuk jama’ah salat Maghrib. Sambil menunggu azan, biasanya ada yang mengaji, ngobrol dan ngeceng sama anak-anak dari asrama pria. Maklumlah, kelas kami dipisah jadi di masjidlah satu-satunya tempat cuci mata yang aman he…he….
Sepulang dari masjid, kami makan malam dilanjutkan dengan jama’ah salat Isya’ di kamar lalu menghafal beberapa kosakata sebentar secara bersama-sama ( Mufrodat ), kemudian belajar sampai pukul 21.00 wib. Pukul 22.00 wib, kami semua diwajibkan masuk kamar masing-masing bersiap untuk tidur dan tidak boleh ada yang berkeliaran di luar. Karena setiap harinya kan ada petugas keamanan dari asrama pria yang berjaga-jaga di komplek asrama kami. Dan kalau ketahuan kami mengobrol dengan mereka kami akan di sidang dan terkena hukuman.
Setiap harinya selesai salat Isya’ kami semua diberi 3 buah kata dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab oleh pengurus OPP bagian Pengajaran.Lalu setiap hari kamis malam, kami semua dites untuk menghafal semua kosakata yang telah diberikan selama seminggu sebelumnya. Dan hari ahad, semua anak baik lama maupun baru berkumpul di lapangan untuk menghafal bersama-sama dan ada qismu lughah yang bergantian memimpinnya. Tidak cuma untuk dihafal, semua kosakata atau mufrodat itu harus dipraktekkan dalam keseharian kami, jika ketahuan qismu lughah kami berbicara dalam Bahasa Indonesia kami akan dihukum. Entah itu menyapu, membersihkan kamar mandi atau mengepel. Pada malam senin dan malam kamis ada kegiatan Muhadloroh yaitu latihan berpidato dalam 3 bahasa, bagi anak baru hanya diwajibkan dengan Bahasa Indonesia, tapi bagi anak lama harus mengunakan 2 bahasa ( Inggris dan Arab ).
Hari kamis ada kegiatan pramuka yang dimulai setelah makan siang sampai sesudah asar. Aku paling sebel dengan kegiatan yang satu ini, apalagi kalau di suruh nyebur ke kolam dan sungai, ahhh menyebalkan… karena baju jadi kotor dan basah semua. Hari jum’at yang harusnya buat istirahat pun jadi berkurang untuk mencuci semua baju yang kotor dan menyeterika. Waktu kelas 1, aku masih belum berani menyeterika tapi lama kelamaan pun bisa.
Kalau menjelang ujian biasanya kamar kami di geledah oleh ustazah, dicari barang-arang yang sekiranya akan mengganggu konsentrasi ujian nanti. Seperti radio, tape dan walkman akan disita untuk sementara. Juga ada yang ketahuan surat-suratan sama anak asrama pria pun akan disita dan akan disidang juga. Karena teman-temanku itu suka aneh dan lucu2, di usia puber mereka selalu ingin cari perhatian lawan jenis. Ada yang sudah dapat pacar ada juga yang belum dan masih suka caper kalau ketemu. Entah bagaimana cara mereka berkomunikasi sampai mereka benar-benar berpacaran padahal ketemu pun tidak boleh apalagi ngobrol. yang jelas mereka punya cara sendiri untuk itu, cara komunikasinya pun unik, ada yang surat-suratan sambil bertukar buku, pakai isyarat kalau ketemu atau curi-curi waktu dan kesempatan buat ketemu ( yang istilah kami ‘meeting’ ), pokoknya ada saja cara mereka ….
Tapi selesai ujian semua barang tersebut akan dikembalikan ke pemiliknya. Selesai ujian selalu ada kelas meeting, baik antar kelas ataupun antar kamar. Perlombaannya pun macam-macam, ada volly, menaksir belanjaan, kaligrafi, ekspresi wajah dan di akhir tahun biasanya ada pentas seni, yang juga terdapat loma-lomba seperti lomba pidato, menyayi, puisi dsb.
Beberapa hari sebelum liburan, biasanya selama 3 hari kami semua dikumpulkan di masjid untuk mendengarkan wejangan dari pimpinan pondok untuk bekal kami liburan. Malam sebelum liburan biasanya kami mengadakan perpisahan kamar, sambil makan-makan dan saling bermaafan, karena kalau liburan selesai nanti mungkin kami sudah tidak sekamar lagi. Sudah menjadi tradisi, setiap selesai liburan kami semua berpindah kamar dan berganti teman kamar.
Ada juga perpisahan kelas, kalau mau kenaikan kelas. Waktu kelas 1, wali kelasku mengajak kami ke sungai untuk makan-makan nasi goreng mbelan dan refreshing di sana karena sungai disana bagus sekali pemandangannya.
Perpisahan kelas 2, kami diajak wali kelasku mba’ Farid pergi ke Taman Kyai Langgeng. Dan libur tlah tiba, kami semua akan pulang ke kampung halaman masing-masing , asrama pun sepi hanya tinggal beberapa orang yang tetap tinggal di asrama karena rumahnya yang sangat jauh seperti luar jawa. Waktunya hanya akan habis diperjalanan, karena liburan hanya 1 minggu tapi kalau lebaran atau akhir tahun mungkin mereka bisa pulang. Dan ingat !!! jangan terlambat untuk datang ke asrama lagi pada tanggal dan jam yang telah ditentukan, karena kalau datang pada hari itu lewat jam 5 sore sudah terkena hukuman, apalagi telat sampai beerapa hari. Aku pernah molor 2 hari karena ada saudaraku yang menikah. Dan … sesampainya disana aku harus lapor pada bagian keamanan… hasilnya aku dihukum untuk membersihkan teras masjid sama teman-temanku lain yang juga terlambat.
tak terasa sudah 3 tahun aku disana, aku duduk di kelas IIIa1 dan temanku yang lain di IIIa2, di kelas 3 ini juga pernah ada guru yang ngambek ga mau ngajar gara-gara ulah kenakalan kami he…tapi aku lupa pelajrannya. ada juga guruku disana yang mengajar diyanah orangnya kayak India hidungnya panjang banget tapi kita semua ga’ pada mudeng apa yang disampekan he…
dan ada kejadian yang ga’ pernah dilupakan adalah ketika gunung merapi meletus…. waktu itu hari masih siang, aku dan teman-temanku berencana untuk mencuci baju di tempat cuci, tapi tiba-tiba langit mendung dan gelap sekali jam 12 siang seperti 12 malam. kami semua berpikir akan hujan tapi ternyata yang jatuh bukan air hujan melainkan butiran pasir yang sangat banyak. jarak pandang pun terbatas beberapa meter saja selebihnya tidak kelihatan karena tertutup kabut pasir,setelah kami mendengarkan berita ternyata gunung merapi telah meletus…. wauuuu berarti itu pasir berasal dari gunung merapi. tapi alhamdulillah cuma kena hujan pasir aja coba kalo kena laharnya aaaa sudah ga’ ada kabar kami semua. Ortuku saja mengirim surat, dan aku disuruh pulang tapi kan peraturannya tidak boleh pulang begitu saja, harus ada alasan yang tepat.tapi setelah gunung merapinya mereda pun semua kembali normal, ayam-ayam pun berkokok mungkin mereka pikir itu pagi hari kali ya he….
pernah juga terjadi hujan yang sangat lebat ampai pohon-pohon besar disekitar asrama kami pun tumbang, tapi untung tidak menimpa kamarku, temanku sampai ketakutan kalo pohon itu jatuh dan menimpa kami.tapi alhamdulillah semua selamet…
waktuku disana hampir berakhir, karena aku dan teman-temanku berencana untuk pindah sekolah, aku giat banget minta alamat temen-temenku semua. dan setelah ujian selesai kami mengadakan perpisahan kamar. keesokan harinya pun aku langsung pulang karena ku sudah dijemput…dan yang aku terlupa saat itu adalah aku lupa berpamitan dengan semua teman-temanku, aku pulang begitu saja seperti kalo’ liburan yang nantinya ketemu lagi. tapi ternyta itu pertemuan terakhirku dengan mereka di asrama…. uuuhh aku nyesel banget ga’ pamitan sama mereka.

Begitulah rutinitasku di asrama, kadang semua terasa membosankan karena terlalu banyak aturan di sana. Begini tidak boleh, begitu juga tidak boleh, sedikit-sedikit kena hukuman. Waktu itu memang terasa menyiksa dan ingin rasanya keluar, tapi setelah keluar kangen juga dengan suasana asrama kayak dulu….

Me and My Friends

Waktu awal-awal di asrama, aku punya teman yang namanya Mumun, aku akrab sekali dengannya, kemana-mana selalu bersama. Dan mba’ Emil wali kelasku di kelas 1 pun sangat dekat dan perhatian sama kami berdua. Tapi sayang, persahabatanku sama dia tidak berlangsung lama. Suatu hari ada temanku yang lain bilang sama aku kalau mba’ Emil tidak suka aku dekat sama mumun dan lebih suka aku dekat dengan dia. Dan aku pun termakan oleh omongannya, aku pun menjauhinya dan itu membuat Mumun kecewa. Lalu dia berteman dengan Danita dan Dewir. Sedangkan aku dekat dengan Waliyah sampai di kelas 2 pernah juga sama riway tapi cuma sebentar. di kelas 1 Aku juga dekat dengan kakak kelasku dari Tahasus Mba’ Wati.
Di tahun kedua aku di asrama, aku dan semua teman seangkatanku menempati kamar Kalpataru A. Sebagaimana biasanya, setelah liburan selesai kami semua harus berpindah kamar dan bertukar teman sekamar.Pertama kali menjadi anak lama, rasanya agak canggung karena harus sekamar dengan semua kakak kelas dari kelas 3 sampai kelas 6. Ada yang seangkatanku Waliyah, Danita, Diyah dan Sri yang dari kakak kelas ada mba’ Dewi, mba’ Lisa, mba’ Neng dll dan pendamping kamarku waktu itu Tehek. Di awal kelas 2 ini aku masih dekat dengan Waliyah, kemana-mana kami selalu bersama. Suatu hari tidak tahu kenapa, aku tidak dibangunkan Waliyah untuk jama’ah salat subuh di masjid akhirnya pun aku terlambat salat subuh dan dihukum, dan dilain waktu aku pun membalasnya he..he… jadi impas deh. Waktu itu temanku Mumun meski dia sudah akrab dengan Danita, dia masih suka cerita2 ke aku. Apalagi kalau dia lagi berantem sama Danita, dia selalu curhat ke aku. Dan melihat aku dekat dengan Mumun pun Danita suka cemburu…ada-ada saja ya….
Setelah liburan lebaran, aku pindah kamar lagi. Kali ini aku sekamar dengan mba’ Darny dan mba’ Rida, meski dia teman sekelasku tapi usianya jauh di atas aku. Dia baik sekali, setiap kali aku tidak punya uang dia selalu memberiku buat sekedar beli sambal dan kerupuk di kantin. Dan memang aku yang kurang tahu diri karena memang uang sakuku selalu pas-pasan, akupun tidak pernah menggantinya. Tapi dia tidak pernah meminta ganti sama aku. Tapi …. akhirnya waktu aku punta uang aku ganti kok.Dia juga yang mendorongku untuk berani dan tidak pemalu lagi. thanx ya mba’ ….
Yang tidak pernah aku lupakan di awal kelas 2 ini adalah waktu aku ulang tahun. Aku tidak menyangka meski aku sudah tidak sekamar lagi dengan semua teman-teman angkatanku yang komplit tapi ternyata mereka ingat hari ulang tahunku. Mereka semua memberiku kartu ucapan yang ditaruh di lemariku, mereka juga ngerjain aku di kelas sampe aku nangis yang dipimpin tiara, bahkan Dede yang anaknya terkesan cuek pun memberiku kartu ucapan juga. Kakak kelasku yang baru aku kenal pun memberiku lukisan dari kaca. Meski akhirnya lunturkarena kehujanan …
Di awal semester 2 aku selain dekat dengan Waliyah,aku juga dekat sama Iswatun dan Sri, kami bagaikan satu gen, kita juga foto bareng. Pernah suatu hari aku berantem dengan Waliyah, kami tidak saling menyapa apalagi sudah tidak sekamar lagi, lalu kedua temanku yang lain memanggil kami berdua dan menyidang kami untuk berdamai. dan …peace …
Awal kelas 3, aku sekamar dan dekat dengan Riwayati, Tiara dan Danita. Seperti biasanya kami selalu bersama. Sampai suatu ketika ada reorganisasi pengurus OPP, aku terpilih jadi bendahara. Mulanya tidak jadi masalah karena kami masih bisa bareng. Tapi tiba” semua pengurus dijadikan satu kamar di kamar Berdikari. Dengan terpaksa aku pun harus pisah kamar dari mereka, dan yang tidak aku sangka ternyata mereka menangisi kepindahanku ke kamar yang baru. …Tapi meski sudah tidak sekamar lagi mereka selalu menungguku di ujung jalan untuk mengajakku bareng setiap mau ke masjid. Lalu setelah liburan, kamar dirombak lagi para pengurus tidak lagi ada dalam satu kamar, aku sekamar dengan Amalia dan Tiara. Aku dekat sekali dengan Amalia yang waktu itu juga dekat dengan Mumun dan Danita (mereka ini paling rajin kalo’ disuruh pacaran he2 …).amalia selalu baik sama aku, dia sudah seperti kakakku sendiri, saling minta uang diantara kami pun sudah biasa. Giliran aku tidak punya uang, dia selalu membelikanku lauk di kantin. Kalau pulang liburan pun kami selalu bareng sama kedua adeknya.
Dan di akhir kelas 3, aku dekat dengan Riwayati, Mumun juga Dewir, meski kami tidak berada dalam satu kamar, tapi kami masih satu kelas dan tiap hari kami selalu saling menunggu kalo’ ke masjid… waktu itu aku malah sekamar sama danita, mba’ darny, PL dll, kasur dan lemari kami pun bersebelahan.danita sering banget dandan di lemariku, kalo mau tidur pun aku sering menatakan kasurnya, karena kalo malam pas waktu gelar kasur dia suka kelayapan ke kamar amalia… waktu aku dan mba’ lilis ulang tahun yang kebetulan agak berdekatan, yu el pendamping kamarku dan temen-teman kamar ku pada bikin acara, biasanya kalo ada yang ulang tahun lemarinya diberantakin semuanya, tapi waktu itu lemariku aku kunci tapi tetap saja mereka membalik lemariku tetep berantakan deh…dan mereka bikin acara syukuran sambil makan-makan tapi kita menunya ngambil ikan dari kolam kunci depan kamar, he..boleh apa ngga’nya kita ngga’ tau asal ambil aja waktu itu, terus ibawa penampingku yang anak mbelan buat dimasak setelah mtang baru deh kita makan-makan pesta ikan …..
dikamarku ini mba’ darny lah yang paling usil, kalo pas jam belajar dan ada yang ngantuk bukunya diumpetin nah..pas ada ustazah keliling baru deh yang ngantuk tadi kebingungan cari bukunya he…
Ada juga adek kelasku yang cukup dekat denganku, bahkan kami makan sepiring berdua. Haddyah Puji Lestari, adekku yang kecil, mungil dan imut. Ada juga kakakku mba’ wati yang ternyata juga menyayangiku. Waktu aku sudah sibuk dengan teman-temanku dia mengirim surat buatku, dia minta maaf sudah tidak bisa memperhatikan aku karena dia harus mendampingi adek kelas 1 di kamar belakang dan aku di kamar depan. So sweet…
Aku dan teman-temanku punya banyak cerita dan rencana ke depan, ada yang ingin tetap melanjutkan sekolah di asrama ada juga yang ingin keluar dan melanjutkan sekolah di luar asrama. Dan ternyata banyak diantara teman-temanku yang ingin melanjutkan di luar hanya ada 5 orang saja yang bertahan di asrama, ( Sri , Laila , Tiara , Rida dan Lulu ). Kami yang keluar ada yang kembali masuk ke pondok dan ada juga yang bersekolah di sekolah biasa.
Setelah ujian akhir selesai, kami pun saling berpisah, kami pulang ke kampung halaman masing-masing dan melanjutkan cita-cita kami. Selama bertahun-tahun kami terpisah oleh jarak dan waktu, terkadang kangen banget sama mereka… dan alhamdulillah sampai sekarang kami masih selalu berkomunikasi lewat telepon dan sms untuk sekedar menanyakan kabar masing-masing. I love you all ….

~ oleh deeyan7 pada 5 Maret 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: